Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Pompong Warga Desa Teluk Dalam Karam, Diduga Dibantai Gelombang Speedboat

Pompong penambang tenggelam diduga pasca dibantai gelombang Speed Boat yang melaju kencang (Sumber foto: akun Facebook @Babang Arief).

BERITAINHIL.COM - TEMBILAHAN : Salah satu pompong milik warga Desa Teluk Dalam yang dipakai untuk menambang di penyebrangan Terusan Mas tenggelam diduga dibantai gelombang Speed Boat yang juga melintas di perairan tersebut. 


Kejadian tersebut diposting oleh akun @Babang Arief di grup Facebook Berita Inhil sekitar 36 menit yang lalu. Postingan ini sudah 9 kali dibagikan oleh Warganet dan terdapat 26 komentar di dalamnya.


Dalam penjelasannya, Babang Arief menuliskan bahwa pompong penambang tenggelam karena ulah dari speed boat yang terlalu melaju kencang di perairan terusan mas sehingga mengakibatkan salah satu pompong ada di lokasi jadi korban.


"Akibat bot tk bisa selow lewat.di penyebrangan terusan pompong penambang tenggelam," tulisnya.



Saat dikonfirmasi, Babang Arief membenarkan kejadian tersebut dan menyebutkan insiden ini tepatnya di pagi hari. "Pagi ini," tulisnya. Selain itu Babang Arief juga menyebutkan jika yang lewat tersebut speed boat berwarna putih. "Speed boatnya berwarna putih," ujarnya. 



Babang Arief juga menyebutkan, jika pihaknya sudah pergi ke Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas pelabuhan (KSOP) untuk melaporkan kejadian ini. "Teman saya menuju ke pelabuhan Batam untuk diurus," tambahnya.


Sementara itu, Kepala Desa Teluk Dalam, Muhammad Irham saat dikonfirmasi melalui selulernya membenarkan kejadian tersebut dan ia menyebutkan berdasarkan informasi di lapangan bahwa pihak penambang sudah memberikan kode lambai tangan yang berarti meminta untuk dikurangi kecepatannya. 


"Kena gelombang bot katanya. Kami mau pastikan dulu bot mana yang lewat. Kata orang setempat mereka sudah melambaikan tangan, tapi botnya tak mau selow," ujarnya. 



*Berita ini masih perlu dikonfirmasi.

Post a Comment for "Pompong Warga Desa Teluk Dalam Karam, Diduga Dibantai Gelombang Speedboat"